OPTIMALISASI PROSES FLUSHING MELALUI VALIDASI RESIDU ZAT GIZI PADA PRODUKSI SUSU FORMULA DI PT XYZ Muhamad Ardi1, Intan Nurul Azni2 1Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sahid, Jakarta ABSTRAK: Proses perganti…
ABSTRAK JAYANTI MANDASARI. NIM 2021110064. Pengaruh Promosi Media Sosial Tiktok Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Pada Akun @Luxcrime_Id. Dibawah bimbingan Bapak Drs. Dedy Wahyudi, MM. Tujuan dari penelit…
Anak sekolah cenderung memilih jajanan komersial kemasan yang miskin gizi dibandingkan makanan rumahan yang lebih terkontrol kualitas gizinya, sehingga rentan mengalami ketidakseimbangan asupan yang mencetus permasalaha…
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dewan direksi terhadap return on asset. Studi dilakukan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dari tahun 2020 sampai dengan tahun…
OPTIMALISASI PROSES FLUSHING MELALUI VALIDASI RESIDU ZAT GIZI PADA PRODUKSI SUSU FORMULA DI PT XYZ Muhamad Ardi1, Intan Nurul Azni2 1Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sahid, Jakarta ABSTRAK: Proses pergantian produk pada industri susu formula berpotensi menimbulkan residu zat gizi dari produk sebelumnya yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian mutu dan risiko keamanan pangan. Risiko ini semakin kritis pada pergantian produk dari Infant Formula High Calorie ke Infant Formula karena perbedaan komposisi zat gizi yang signifikan. Di PT XYZ proses flushing yang diterapkan masih tergolong kompleks karena menggunakan kombinasi base powder dan bulk powder, sehingga mengakibatkan tingginya losses material dan meningkatnya downtime produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses flushing melalui validasi residu zat gizi guna menjamin keamanan pangan serta meningkatkan efisiensi operasional. Metode penelitian meliputi pengukuran powder retention pada lini produksi, risk assessment residu zat gizi, serta validasi proses flushing menggunakan bulk powder dengan variasi jumlah 0, 5, 10, 15, dan 20 kg. Parameter zat gizi kritis ditentukan berdasarkan tingkat risiko, yaitu lemak, protein, vitamin B1, serta mineral tracer Fe, Zn, dan Cu. Efektivitas flushing dievaluasi dengan membandingkan nilai deviasi residu terhadap Tolerable Deviation Standard (GSFS-2014), serta analisis homogenitas menggunakan Relative Standard Deviation (RSD), Process Capability Index (Cp), dan Stability Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bulk powder sebanyak 10 kg merupakan kondisi flushing yang paling optimum dalam mengeliminasi residu zat gizi dari produk IFC ke IF. Pada kondisi tersebut, seluruh parameter zat gizi kritis berada di bawah batas toleransi yang diperkenankan, menunjukkan distribusi homogen dan proses yang stabil secara statistik. Implementasi metode ini mampu menurunkan losses material sebesar 94,8% dan mengurangi downtime produksi sebesar 76,7%–83,3%.
Kata kunci: flushing, nutrient residue, infant formula, production efficiency