Biji kelor merupakan salah satu biji-bijian yang memiliki protein tinggi serta mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi bibi…
PERAWATI BR TAMPUBOLON. NIM 20211560003. Analisis Efektivitas Aplikasi Accurate Online dalam Penyusunan Laporan Keuangan (Studi Kasus PT Republik Korpora Indonesia). Di bawah bimbingan Tries Handriman Jamain, SE., M.Si …
Minuman sinbiotik merupakan produk pangan fungsional yang mengombinasikan probiotik dan prebiotik. Rumput laut merah (Eucheuma cottonii) berpotensi digunakan sebagai bahan dalam minuman sinbiotik karena mengandung po…
Eucheuma cottonii memiliki kandungan karagenan tinggi (65 –67%) yang berpotensi sebagai sumber prebiotik, namun pemanfaatannya terkendala oleh struktur karagenan yang kompleks sehingga diperlukan hidrolisis untuk mengha…
Kacang komak (Lablab purpureus) merupakan salah satu kacang lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional karena mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penga…
Kacang bogor berpotensi untuk dijadikan minuman namun memiliki faktor antinutrisi seperti tanin dan fitat yang menyebabkan rendahnya senyawa bioaktif, sehingga perlu metode untuk mengatasi masalah tersebut berupa fermen…
Minuman sari kacang bogor berpotensi dikembangkan sebagai minuman fermentasi berbasis pangan lokal, tetapi masih memiliki kendala berupa aroma langu serta karakteristik fisik dan sensori yang belum optimal. Penelitian i…
Sari kedelai merupakan saah satu produk pangan nabati yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk inovasi pangan, salah satunya minuman jeli. Pengembangan sari kedelai menjadi minuman jeli memerluka…
Penelitian di PT Sanfu Internasional Company membahas hubungan antara komunikasi lintas budaya dan kinerja karyawan dalam lingkungan kerja yang melibatkan karyawan Indonesia dan manajemen berlatar belakang Tiongkok. …
Anemia defisiensi besi masih menjadi salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada remaja putri. Salah satu upaya pencegahan anemia dapat dilakukan melalui pengembangan pangan fungsional yang mengandung protein, za…
Kacang komak (Lablab purpureus) merupakan salah satu kacang lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional karena mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perkecambahan terhadap karakteristik fisik, kimia, kandungan senyawa bioaktif, dan aktivitas antioksidan tepung kecambah kacang komak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf lama perkecambahan, yaitu 0, 6, 12, 18, dan 24 jam, dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi panjang dan persentase pertumbuhan kecambah, warna, bulk density, true density, kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, GABA, total polifenol, dan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang kecambah meningkat dari 1,97 mm pada 0 jam menjadi 59,08 mm pada 24 jam, sedangkan persentase pertumbuhan meningkat dari 40% menjadi 100%. Lama perkecambahan berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung kecambah. Kandungan GABA meningkat dari 1,59 menjadi 5,98 mg/100 g dan tertinggi pada 24 jam. Total polifenol meningkat hingga 12 jam dengan nilai tertinggi 291,14 mg GAE/100 g, kemudian menurun. Aktivitas antioksidan terbaik diperoleh pada 12 jam dengan nilai IC₅₀ terendah sebesar 16,65 mg/mL. Dengan demikian, lama perkecambahan 12 jam merupakan perlakuan yang optimal untuk menghasilkan tepung dengan kandungan polifenol tertinggi dan aktivitas antioksidan paling kuat, sedangkan lama perkecambahan 24 jam menunjukkan hasil terbaik dalam pertumbuhan kecambah dan kandungan GABA.
Kata kunci: Kacang komak, perkecambahan, tepung kecambah, GABA, polifenol, IC₅₀.