Keamanan pangan pada tingkat rumah tangga berperan penting dalam mencegah kontaminasi pangan serta mempertahankan kualitas pangan selama penyimpanan. Edukasi mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan diperl…
Mie basah merupakan salah satu produk pangan populer di Indonesia, namun umumnya masih berbasis tepung terigu yang memiliki keterbatasan kandungan protein nabati, serat pangan, dan komponen bioaktif. Penelitian ini …
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan PT Bank Central Asia Tbk periode 2020–2024 berdasarkan pendekatan Risk Based Bank Rating (RBBR) sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SE…
Gizi lebih pada masa remaja perlu mendapat perhatian kerana keadaan ini dapat berlanjut sampai usia dewasa dan berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan kualit…
ABSTRAK : Konsumsi minuman berpemanis yang berlebihan pada anak usia sekolah dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, khususnya karies gigi dan gangguan status gizi. Rendahnya kebiasaan membaca dan memahami label pa…
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Tangerang. Pekerja di lingkungan sekolah, khususnya guru, berisiko mengalami…
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (72,9%) mengalami obesitas sentral. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan protein (r=-0,392; p=0,001) dan tingkat kecukupan serat (r=-0,38…
Tuntutan mempertahankan bentuk tubuh ideal menempatkan wanita dewasa muda di lingkungan modeling sebagai kelompok yang rawan mengalami masalah gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan citra tubuh, aktivita…
Mahasiswa sering mengalami perubahan pola hidup selama menjalani perkuliahan, seperti kualitas tidur dan kebiasaan sarapan yang dapat memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualita…
Sedentary lifestyle dan pola makan merupakan faktor yang dapat memengaruhi status gizi pegawai kantor. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sedentary lifestyle dan pola makan dengan status gizi pada pegawai usia…
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan PT Bank Central Asia Tbk periode 2020–2024 berdasarkan pendekatan Risk Based Bank Rating (RBBR) sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK.03/2017. Penilaian dilakukan berdasarkan empat faktor, yaitu Risk Profile, Good Corporate Governance (GCG), Earnings, dan Capital (RGEC). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan PT Bank Central Asia Tbk periode 2020–2024. Analisis dilakukan menggunakan rasio Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), serta hasil self assessment Good Corporate Governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bank Central Asia Tbk memiliki tingkat kesehatan yang Sangat Sehat selama periode 2020–2024. Faktor Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital secara umum menunjukkan kinerja yang sangat baik serta memenuhi ketentuan penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan SEOJK Nomor 14/SEOJK.03/2017. Dengan demikian, PT Bank Central Asia Tbk mampu mengelola risiko, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, menghasilkan laba secara optimal, serta menjaga kecukupan modal untuk mendukung keberlangsungan kegiatan operasional bank.
Kata kunci: Tingkat Kesehatan Bank, Risk Based Bank Rating (RBBR), RGEC, PT Bank Central Asia Tbk.