Status gizi optimal krusial bagi warga binaan panti disabilitas sensorik untuk mendukung kesehatan dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis input, proses, dan output sistem penyelenggaraan makanan, keterse…
Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang dapat berkaitan dengan pola konsumsi pangan serta konsumsi makanan dan minuman tertentu. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan …
Konsumsi ultra-processed food (UPF) pada remaja perlu diperhatikan karena jenis makanan ini mudah diperoleh dan cukup sering dikonsumsi dalam keseharian. Konsumsi UPF dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk nut…
Masa remaja ditandai dengan berbagai perubahan dalam pola makan dan gaya hidup, termasuk penggunaan media digital dan kebiasaan mengonsumsi camilan saat menonton media streaming. Kebiasaan tersebut dapat berkaitan den…
: Puasa Senin dan Kamis merupakan praktik ibadah sunnah yang umum dijalankan di pondok pesantren dan dapat memengaruhi tingkat kecukupan gizi serta status gizi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan praktik puasa Sen…
Kegemukan pada remaja merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian karena dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk konsumsi minuman berpemanis, uang saku, dan aksesibilitas jajanan di lingku…
Hubungan screen time saat makan dan pola konsumsi dengan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan kadar hemoglobin siswi di MA Al-Khairiyah. Penelitian ini pada bulan Juli 2…
+Sambal merupakan produk pangan berbasis cabai yang dapat didiversifikasi dengan menggunakan buah sebagai salah satu bahan penyusunnya. Belimbing Dewa (Averrhoa carambola L.) merupakan buah khas Kota Depok yang be…
Status gizi remaja dipengaruhi oleh asupan zat gizi dan kondisi kesehatan. Penyelenggaraan makanan yang menerapkan higiene sanitasi dengan baik berperan dalam mendukung keamanan pangan dan kesehatan santri. Penelitian…
Kebiasaan mengonsumsi kopi secara rutin, terutama kopi yang ditambahkan gula, dapat meningkatkan asupan gula dan kafein pada siswa. Status gizi merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan keseimbangan antara…
Kegemukan pada remaja merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian karena dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk konsumsi minuman berpemanis, uang saku, dan aksesibilitas jajanan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan uang saku, aksesibilitas, dan konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian kegemukan pada remaja di SMA Sunda Kelapa Jakarta. Penelitian melibatkan 54 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner uang saku dan aksesibilitas serta Beverage Intake Questionnaire-15 (BEVQ-15) untuk menilai konsumsi minuman berpemanis. Status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan indikator IMT/U. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman-Rank dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal sebesar 55,6%, sedangkan 27,8% termasuk kategori gizi lebih. Sebagian besar responden memiliki uang saku kategori rendah sebesar 59,3%. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat korelasi signifikan antara konsumsi minuman berpemanis dengan aksesibilitas fisik (r=0,063; p=0,651), aksesibilitas ekonomi (r=0,009; p=0,951), aksesibilitas sosial (r=-0,098; p=0,480), dan uang saku (r=-0,016; p=0,908). Namun, terdapat korelasi positif yang signifikan antara aksesibilitas ekonomi dan aksesibilitas fisik (r=0,437; p=0,001). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi keterjangkauan ekonomi jajanan, semakin tinggi pula kemudahan akses fisik terhadap jajanan di lingkungan sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi sekolah dalam memperkuat edukasi gizi dan menyediakan pilihan jajanan yang lebih sehat bagi remaja.
Kata kunci: aksesibilitas, kegemukan, minuman berpemanis, remaja, uang saku