Perubahan prilaku konsumen terhadap pola hidup dan transaksi yang semula konvensional (offline) menjadi digital (online). Perubahan pola prilaku konsumen ini membuat pemasaran digital marketing ini dilakukan dengan s…
Stephanie Clara Setiawan. NIM 2021210045. Pengaruh Pengelolaan Konten Media Sosial Instagram @Memorabiliakopi terhadap Kepercayaan Followers pada Rekomendasi Kedai Kopi Lokal di Bandung. Skripsi. Jakarta: Program Stud…
Kualitas diet berperan penting dalam mendukung kesehatan dan pertumbuhan remaja. Penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi perilaku makan dan kualitas diet. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan…
Kafein adalah zat psikoaktif yang memiliki efek mengaktifkan dan merupakan zat yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Efek kafein di duga cenderung mengalami gangguan tidur seperti insomnia dan merasa lelah di…
Anak usia 6-23 bulan merupakan kelompok usia yang berada pada periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga pemenuhan kebutuhan gizi melalui Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang tepat diperlukan untuk…
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menghasilkan sampah organik sisa makanan dalam jumlah besar yang memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Salah satu alternatif pengelolaan …
Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai dan faktor yang mempengaruhinya yaitu konsumsi minuman berpemanis. Remaja rentan mengonsumsi minuman berpemanis karena mulai …
TRINATA BAYTI. NIM 2019116135. Analisis Pengaruh Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT ABC. Di bawah bimbingan Ibu Titin Astuti, SE, M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan komunika…
Pengelolaan air limbah domestik yang tidak memadai dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Kondisi sanitasi di Desa Pingaran Ulu masih memerlukan perhatian karena sebagian…
Kualitas diet berperan penting dalam mendukung kesehatan dan pertumbuhan remaja. Penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi perilaku makan dan kualitas diet. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan intensitas paparan media sosial berbasis digital tracking dengan skor Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A) pada remaja di SMK 11 Maret Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive non- probability sampling dan melibatkan 68 remaja. Data intensitas paparan media sosial diperoleh melalui digital tracking pada smartphone dan kuesioner, sedangkan data konsumsi pangan diperoleh melalui food recall 2×24 jam pada hari kerja dan hari libur, kemudian dinilai menggunakan DQI-A. Status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri IMT/U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan media sosial selama 5–6 jam per hari (38,2%) dan >7 jam per hari (30,9%), dengan aktivitas scrolling (70,6%). Kualitas diet sebagian besar berada pada kategori sedang (48,5%), rendah (36,8%) dan baik (14,7%). Sebagian besar responden memiliki status gizi baik (63,2%), diikuti overweight (17,6%), gizi kurang (14,7%), dan obesitas (4,4%). Uji Rank Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara intensitas paparan media sosial dan skor DQI-A (p<0,001; r=-0,760), dengan korelasi negatif kuat. Semakin tinggi intensitas paparan media sosial, semakin rendah skor kualitas diet.
Kata kunci: Digital tracking, DQI-A, kualitas diet, media sosial, remaja.