OPTIMALISASI PROSES FLUSHING MELALUI VALIDASI RESIDU ZAT GIZI PADA PRODUKSI SUSU FORMULA DI PT XYZ Muhamad Ardi1, Intan Nurul Azni2 1Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sahid, Jakarta ABSTRAK: Proses perganti…
ABSTRAK JAYANTI MANDASARI. NIM 2021110064. Pengaruh Promosi Media Sosial Tiktok Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Pada Akun @Luxcrime_Id. Dibawah bimbingan Bapak Drs. Dedy Wahyudi, MM. Tujuan dari penelit…
Anak sekolah cenderung memilih jajanan komersial kemasan yang miskin gizi dibandingkan makanan rumahan yang lebih terkontrol kualitas gizinya, sehingga rentan mengalami ketidakseimbangan asupan yang mencetus permasalaha…
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dewan direksi terhadap return on asset. Studi dilakukan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dari tahun 2020 sampai dengan tahun…
Anak sekolah cenderung memilih jajanan komersial kemasan yang miskin gizi dibandingkan makanan rumahan yang lebih terkontrol kualitas gizinya, sehingga rentan mengalami ketidakseimbangan asupan yang mencetus permasalahan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi jajanan komersial dan makanan rumahan dengan tingkat kecukupan zat gizi pada siswa-siswi SDN Menteng Dalam 07. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dilakukan kepada 109 siswa-siswi. Pengambilan data menggunakan kuesioner FFQ, Food Recall 2x24 jam, dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki status gizi (normal) sebesar (67,9%). Pada pola konsumsi jajanan komersial mayoritas responden mengkonsumsi snack manis kategori sering (77,1%), dan pola konsumsi makanan rumahan mayoritas responden mengkonsumsi lauk hewani kategori sering (85,3%) sedangkan buah kategori jarang (97,2%). Rata-rata asupan harian didominasi makanan rumahan dengan energi (1238,25 ± 322,78 kkal) dan natrium (765,43 ± 560,03 mg). Sebagian besar responden berada pada kategori defisit energi (56,9%) dan lemak (67,9%), namun mayoritas memiliki tingkat kecukupan protein (45%) dan karbohidrat (99, 1%) kategori berlebih, serta konsumsi gula yang melebihi anjuran (51,4%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa konsumsi makanan rumahan tidak berhubungan signifikan dengan tingkat kecukupan berlebih (p>0,05) semua zat gizi, sedangkan konsumsi makanan komersial (snack/minuman manis, minuman olahan susu, dan olahan daging) berhubungan signifikan dengan tingkat kecukupan yang cenderung berlebih pada zat gizi makro, gula, dan natrium (p<0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan konsumsi makanan rumahan dengan tingkat kecukupan berlebih semua zat gizi. Namun terdapat hubungan signifikan konsumsi makanan komersial (snack/minuman manis,
Kata kunci: Jajanan Komersial, Makanan Rumahan, Kecukupan Gizi, Anak Sekolah, Pola Konsumsi.